Banyak Baca Banyak Tau Ko Lae

Astronomy dan Pengetahuan Luar Angkasa

Beberapa planet lainnya, semua titik cahaya adalah bintang.Apakah yang kita lihat, bilamana kita mengadah kelangit pada suatu malam yang terang?

Sistem Ptolemeus

Gagasan yang disarankan oleh Aristarchus.

Matahari

Matahari merupakan pusat yang sekelilingnya menjadi pusat tempat berputar bumi dan berbagai planet tata surya.

Hukum Kepler

Johannes Kepler, menerima teori Copernicus (lihat Revolusi Copernicus) itu. Sebagai ahli matematika, Kepler mengerjakan tiga hukum yang berhubungan dengan orbit dari berbagai planet.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, November 15, 2016

ASAL MULA JAGAT RAYA

Oleh George B. Field

   Apakah beribu-ribu juta tahun yang lalu, jagat raya berasal dari letusan tiba-tiba yang sangat hebat? Ataukah jagat raya selalu dalam proses penciptaan, tanpa awal dan akhir yang pasti? Pengikut gagasan pertama, yang disebut "Teori Letusan Hebat" , percaya bahwa semua zat dalam proses itu dahulu berbentuk suatu massa yang padat, yang menyerupai sejenis "Atom" Raksasa. Kemudian massa ini meletus, membentuk suatu bola api yang sangat besar. Mungkin, dalam beberapa menit, materi ini masih mempunyai gerak yang dihasilkan dari letusan itu dan saling berpacu dengan kecepatan luar biasa. Unsur yang berbeda-beda itu berkembang dari zat sederhana yang meletus.







 sebaliknya, pengikut teori ciptaan sinambung atau "Keadaan Tetap", mengatakan bahwa jagat raya ber abad-abad selalu dalam keadaan sama dan suatu zat, yaitu hidrogen senantiasa di cipta, boleh dikatakan dari ketidakadaan. Bahan ini membentuk bintang-bintang galaksi serta tampak lebih kurang seragam di seluruh kosmos. Dalam artikel ini, kita akan menilai kedudukan ilmiah teori "letusan hebat" dan teori "keadaan tetap" dalam hubungan nya dengan penelitian astronomi yang mutakhir.

Baca Juga :

TEORI LETUSAN HEBAT
TEORI KEADAAN TETAP
Masalah Yang Berhubungan Dengan Teori Letusan Hebat dan Teori Keadaan Tetap
Share:

TELESKOP DAN JAM

   Astronomi modern tumbuh berkat karya astronomi atau ilmuwan seperti Copernicus, Kepler, Galileo dan Newton. Perkembangan astronomi juga bergantung pada dua penemuan penting: Teleskop dan Jam.

Refracting Telescope

   Penemuan teleskop menjadikan langit terbuka bagi para ahli astronomi. Teleskop pertama merupakan sistem dua lensa sederhana. Lensa yang satu memusatkan cahaya lensa lainnya, yang terletak agak jauh adalah lensa mata, yang memperbesar bayangan yang telah di fokuskan. Teleskop jenis ini disebut Teleskop Pembias(Refraktor).   Newton sendiri memberikan sumbangan penting pada rancangan teleskop. Ia mengembangkan teleskop yang menggunakan cermin untuk memantulkan dan memusatkan cahaya. Teleskop jenis ini disebut Teleskop Pemantul(Reflektor).

Reflector Telescope

   Menjelang akhir abad ke XVII ahli astronomi Belanda, Christian Huygens.
Christian Huygens
 Tahun 1656
menemukan bandul jam yang pertama kali. Sampai saat itu, kita tidak munkin dapat mengukur waktu secara tepat. Seperti dalam ilmu eksakta lainnya, pengukuran dalam astronomi haruslah tepat, agar ilmu itu ada manfaatnya. Ilmuwan harus tetap mengikuti secara teliti kapan terjadinya peristiwa dan berapa lama berlangsungnya.

Share:

ISSAC NEWTON

Issac Newton

   Pada akhir abad ke XVII seorang ilmuan besar Inggris, Issac Newton, mengembangkan hukum gravitasi. Hukum ini menyatakan semua benda ditarik ke arah semua benda lainnya oleh kekuatan gravitasi. Kerasnya kekuatan ini bergantung beberapa banyaknya zat yang terkandung dalam benda dan pada jarak di antaranya. Hukum itu menerangkan mengapa orbit planet dan bulan berbentuk elips. Hukum menerangkan juga gerak semua benda dalam jagat raya.
   Keterangan ilmiah tentang gerak bumi, bumi, matahari, bulan dan berbagai planet bertahan tanpa perubahan sampai abad ke XX. Sewaktu newton meninggal, ia merupakan salah seorang ilmuwan yang paling dihormati.
Share:

GALILEO


Galileo Galilei

Galileo seorang ilmuwan Italia, memberikan sumbangan besar lainnya kepada astronomi. Ia menggunakan teleskop yang waktu itu sudah di temukan untuk mengamati berbagai planet, bulan dan matahari(dalam pengamatan terhadap matahari ini, ia telah membuat kesalahan besar. Ia menatap matahari secara langsung dan menjadi buta untuk sejenak). Apa yang dilihatnya di langit tidak sesuai dengan ajaran Yunani Kuno. Misalnya, ia mengetahui bahwa bulan sama sekali bukan suatu bola yang sempurna. Bahkan ia mengamati bahwa bulan, seperti halnya bumi, mempunyai lembah-lembah dan gunung-gunung.
   Galilei juga menemukan bahwa Venus berjalan melalui tahap-tahap, seperti halnya bukan. Ia mengamati bulan-bulan jupiter untuk pertama kali. Melalui teleskopnya, ia mengetahui bahwa di langit dapat dilihat banyak lagi bintang dibandingkan dengan kalau melihat dengan mata telanjang.
Share:

Monday, November 14, 2016

HUKUM KEPLER


Sebuah foto Yohanes Kepler tahun 1610 oleh pelukis anon




 
   Johannes Kepler, menerima teori Copernicus (lihat Revolusi Copernicus) itu. Sebagai ahli matematika, Kepler mengerjakan tiga hukum yang berhubungan dengan orbit dari berbagai planet. Dengan mempelajari secara teliti catatan Brahe yang banyak sekali tentang Mars, ia yakin bahwa Mars melalui jalan yang berbentuk elips, bukan berbentuk lingkaran. Hukum pertama Kepler tentang gerak planet menyatakan bahwa sebuah planet bergerak dalam suatu elips dengan matahari pada pusatnya.



   Hukum kedua Kepler menerangkan variasi kecepatan sebuah planet dalam orbitnya. Apabila suatu planet berada paling dekat dari matahari, maka geraknya paling cepat dan apabila planet berada paling jauh dari matahari, maka geraknya paling lambat.

Source : Google



   Hukum ketiga Kepler menerangkan tentang jarak suatu planet dari matahari dengan periode-nya. Suatu periode planet adqlah waktu yang diperlukan oleh suatu planet untuk melakukan satu kali putaran mengelilingi matahari. Hukum itu menyatakn bahwa pangkat dua periode (P2) sama dengan pangkat tiga jarak (J3).

Share:

REVOLUSI COPERNICUS

  Pada zaman pertengahan tidak terjadi kemahuan yang nyata dalam astronomi. Pada waktu yang sama sistem Ptolemeus sendiri mendapatkan tantangan. Nama paling terkenal yang terlibat dalam tantangan ini adalah ahli perbintangan Polandia pada abad ke XV, Nicolaus Copernicus.


Source : Wikipedia
    Apa yang dilakukan Copernicus ialah menyatakan bahwa pusat Jagat Raya adalah matahari, bukan bumi. Ia berkata bahwa bumi bergerak mangarungi ruang angkasa mengelilingi matahari. Ia juga berkata bahwa bumi berkisar, atau berputar seperti gasing. Copernicus memerinci gagasan ini sampai sekecil-kecilnya. Ia melakukan ini sebelum penemuan Teleskop dan alat-alat modern lainnya.

    Ptolemeus telah menekankan bahwa bumi tidak dapat berputar. Kalau memang berputar, awan tidak akan dapat bergerak ke timur, sebab udara akan selalu berhembus ke arah lain. Copernicus menyatakan bahwa awan dan seluruh sisa atmosfer sebenarnya adalah bagian bumi dan ikut berputar dengan bumi.

Source : Wikipedia


    Copernicus menunjukkan bahwa bumi, bulan dan berbagai planet berputar mengelilingi matahari. Namun, anggapanya bahwa orbit-orbit itu merupakan lingkaran-lingkaran yang sempurnanya itu salah.
   Gagasan Copernicus tentang jagat raya tidak segera di terima oleh kebanyakan ahli astronomi lainnya. Tycho Brahe misalnya, adalah seorang ahli pengamat perbintangan yang hidup pada pertengahan akhir abad XVI. Ia tidak percaya bahwa bumi bukan pusat jagat raya. Sebagai gantinya, ia menyarankan bahwa berbagai planet lainnya berputar mengelilingi matahari dan seterusnya matahari berputar mengelilingi bumi.

Source : Wikipedia

Tycho Brahe menggabungkan sistem Ptolemus dan Copernicus. Jagat rayanya berpusat kebumi.
Share:

SISTEM PTOLEMEUS

 Gagasan yang disarankan oleh Aristarchus (lihat Jagat Raya) sebagian dari mereka tidak siap atau tidak bersedia menerima suatu teori baru. Kepercayaan umum masih tetap bahwa bumi itu diam dan teori Aristarchus pun tak di hiraukan.

Klaudius Ptolemeus

   Pada abad ke II Masehi, seorang ilmuan Yunani bernama Ptolemeus mengumpulkan semua pengetahuan perbintangan dan ilmu-ilmu lain pada zamannya ke dalam satu seri buku. Gambar Jagat Raya yang dikembangkannya dikenal dengan nama Sistem Ptolemeus, yang merupakan pandangan tentang Jagat Raya yang diterima umum selama kira-kira 1300 tahun.

   Dalam sistem Ptolemeus itu bulan, matahari, bintang-bintang dan planet-planet di perkirakan melalui jalan-jalan yang melingkar sempurna mengelilingi bumi. Memang untuk pengertian ini tidak ada alasan ilmiah. Hal itu hanya di sesuaikan dengan gagasan orang Yunani bahwa lingkaran merupakan bentuk yang sempurna. Sekarang kita mengetahyi bahwa planet bergerak menurut bentuk elips ketika planet-planet itu bergerak mengelilingi matahari. Akan tetapi, beberapa ahli ilmu perbintangan Yunani menyadari bahwa perjalanan planet, atau orbit, tidak benar-benar menyerupai lingkaran yang sempurna. Oleh karena itu, para pengikut sistem Ptolemeus berusaha mimikirkan cara untuk menerangkan fakta ini.






   Ptolemeus menyangka bahwa bumi terletak di pusat jagat raya dan bahwa matahari dan berbagai planet berputar mengelilingi bumi.

Share:

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Kategori

Fanpage

Search This Blog

Yogi P. Powered by Blogger.

Label Pilihan

About Me

My photo
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Labels